Prinsip “Error Prevention” menekankan pada usaha yang dilakukan sistem untuk menghindari terjadinya kesalahan. Hal ini berdasarkan aturan utama pada usability testing, yaitu tidak adakesalahan yang dilkukan oleh user.
Heuristik yang dilanggar
Error prevention
Masalah usabilitas
Date picker yang tidak di-non-aktifkan
Deskripsi masalah usabilitas
Saat akan melakukan transaksi, user diminta memilih tiket untuk “Sekali Jalan” atau “Pulang Pergi”. Apabila user memilih “Pulang Pergi” maka date picker “Pulang” terlihat aktif, sedangkan apabila user memilih “Sekali Jalan” makan date picker “Pulang” terlihat seakan-akan non-aktif. Pada kenyataannya, date picker “Pulang” tersebut masih aktif jika di-klik oleh user, kemudian status “Sekali Jalan” akan berubah menjadi “Pulang Pergi” dengan sendirinya. Hal tersebut tentunya dapat menyebabkan user bingung dan melakukan kesalahan jika user tidak sengaja meng-klik date picker tersebut.
Saran perbaikan masalah
Apabila opsi “Sekali jalan” sudah terpilih seharusnya date picker “pulang” di-non-aktifkan menjadi tidak dapat di-klik lagi, sehingga ketika user tidak sengaja meng-klik date picker “pulang”, opsi “Sekali Jalan” yang sebelumnya sudah terpilih tidak berubah menjadi opsi “Pulang Pergi” dengan sendirinya.
Skala severitas
3
Keterangan Severe Ratings (Nielsen 1995):
0 = Bukan masalah
1 = Masalah yang tidak terlalu penting
2 = Minor usability problem. Perlu diperbaiki dengan prioritas rendah
3 = Major usability problem. Sangat perlu diperbaiki dengan prioritas tinggi
4 = Usability catastrophe. Masalah yang sangat besar, perlu penanganan dengan prioritas paling tinggi

Mungkin maksud pembuat aplikasi tersebut adalah untuk mempercepat proses apabila pengguna lupa memilih perjalanan untuk "pulang pergi" sehingga apabila "waktu pulang" yang terlihat non-aktif diklik oleh pengguna, maka sistem akan otomatis berpindah ke perjalanan "pulang pergi".
BalasHapus